iPhone XS Mahal Bos Apple : Banyak Yang Rela Bayar Demi Inovasi dan Gengsi

iPhone XS Mahal Bos Apple : Banyak Yang Rela Bayar Demi Inovasi dan Gengsi

pintasberita – ni hari, pas 17 tahun yang lalu adalah hari dimana serangan terorisme sangat mematikan berlangsung di Amerika Serikat. Gedung World Trade Center (WTC) di New York terserang oleh terorisme serta peristiwa ini diketahui dengan sebutan 9/11.

Saat itu, aktor serangan 9/11 bermula waktu 19 pembajak dari grup militan Al Qaeda bajak 4 pesawat jet penumpang pertama Boeing-767.

Pesawat yang membawa bahan bakar 20 ribu galon itu ditabrakkan ke sisi utara WTC yang terdapat di jantung kota New York.

Selang beberapa saat, Boeing-737 dari maskapai yang sama terbang menukik tajam ke sisi selatan gedung itu. Beberapa bagian gedung juga roboh, beberapa orang yang ada di dalamnya meninggal.

Hampir 3.000 orang meninggal, 400 ialah petugas polisi serta petugas pemadam kebakaran, dalam serangan 9/11 di TC di New York, di gedung Pentagon di Washington DC, serta dalam kecelakaan pesawat di dekat Shanksville, PA.

Berikut penampakan gedung World Trade Center (WTC) sebelum dan setelah tragedi 11 September 2001, seperti diambil dari situs lmtonline.com, Rabu (12/9/2018):

Langkah Presiden AS Saat Itu

Apple Luncurkan Tiga iPhone Anyar, XR, XS dan XS Max

Pada 20 September 2001, Presiden George W. Bush mengawali “War on Terror” (perang menantang teror).

“Masyarakat Amerika bukan sekedar akan melihat satu perlawanan, tapi serangkaian perlawanan yang belum pernah kita lihat awal mulanya,” kata Bush, demikian diambil dari situs VOA Indonesia.

Perang juga digencarkan di Afghanistan untuk mencari Osama bin Laden, pimpinan al-Qaida yang dimaksud jadi dalang serangan 11 September.

Biaya raksasa juga di keluarkan untuk menjalankan “perang” ini.

Pada tahun pertama “War on Terror”, Kongres Amerika mengucurkan dana darurat untuk perang sebesar US$ 29,3 miliar atau seputar Rp 430 triliun.

Langkah ini disusul dengan pengiriman tentara Amerika ke Irak pada 21 Maret 2003. Bush menyebutkan CIA meramalkan ada senjata pemusnah massal di negara itu.

Akhirnya, biaya yang dikucurkan untuk perang di Afghanistan serta Irak selalu melonjak. Pada penghujung periode ke-2 Bush di Gedung Putih, program “War on Terror” sudah habiskan US$ 1,164 triliun atau seputar Rp 18 ribu triliun.

Seputar 10 tahun sesudah Momen 11 September, dibawah kepemimpinan Presiden Barack Obama, Osama bin Laden yang diburu, dapat diketemukan Pasukan Spesial Angkatan Laut Amerika dalam satu operasi di Pakistan, serta terbunuh pada 2 Mei 2011.

Pada Desember 2014, Obama juga menginformasikan penghentian operasi militer di Afghanistan.

Akan tetapi, timbulnya grup yang menyebutkan diri mereka ISIS di Irak serta Suriah, membuat “War on Terror” selalu berlanjut.

Obama keseluruhan mengucurkan US$ 807 miliar atau seputar Rp 12 ribu triliun pada dua periode kepemimpinannya. Sesaat, Trump sudah menganggarkan US$ 156 miliar atau seputar Rp 2.300 triliun untuk “War on Terror”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *