Indonesia Seperti Bus Besar , Jangan Sampai Salah Pilih Sopir yang Mabuk

Di Kamboja ada Restaurant Sumatra Pelepas Rindu Masyarakat Indo di Kamboja

pintasberita – Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto mengibaratkan Indonesia menjadi bus raksasa yang dikendarai Calon Presiden Petahana Joko Widodo. Menurutnya, saat Pemerintahan Jokowi, bus itu telah dipuji negara lainnya, dari ekonomi yang konstan sampai keamanaan yang dipandang seperti sangat aman nomer 9.

Ia pun menuturkan saat pemerintahan Jokowi, Indonesia menjadi negara arah investasi ke-2 sesudah Filipina. Dan menjadi negara tingkat keyakinan publik pada pemerintah nomer 1 dalam dunia.

“Kelak jika di sosmed Pak Wiranto bohong, saya pertanggungjawabkan perkataan saya,” kata kata Wiranto di depan beberapa peserta Arus Baru Muslimah di Istana olahraga Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2019).

Berarti, tutur Wiranto, Indonesia telah meluncur di jalan yang benar. Karenanya untuk ke arah arah setelah itu, dia ajak peserta untuk jeli pilih sopir yang akan mengendarai bus itu.

“Untuk ke arah tujuan selanjutnya, arah selanjutnya. Ibu barusan naik bus, pilih sopir yang memiliki pengalaman atau pilih sopir bingung?” kata Wiranto.

“Siapa yang pilih supir bingung? Supir bus yang miliki prestasi?” kata Wiranto pada beberapa peserta.

Ia menuturkan gampang pilih sopir bus yang baik ataukah tidak. Lihat latar belakangnya.

“Mudah saja sebetulnya. Mesti pilih sopir bus yang tidak mabuk serta waras. Begitu saja sulit,” kata Wiranto.

Ia pun mengemukakan pesan dari Jokowi yang tidak ada karena tengah mempesiapkan pidato berkebangsaan di Sentul. Jokowi, kata Wiranto, minta pada muslimah supaya pilih pemimpin yang benar dan dapat memenangi Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Dengan semangat ibu-ibu sekalipun arus muslimah baru Indonesia semoga dengan semangat ibu-ibu sekalipun kita memenangi sesuai dengan konstitusi, insyur Jokowi-Maruf Amin. Meyakini? Meyakini? Sepakat? Tidak beralih? Menang? Menang?” sengit Wiranto diterima teriakan beberapa ibu-ibu di Istana olahraga Senayan.

Baca Juga : Cerita Di Balik Tukang Becak Yang di Penjara 1.5 tahun di Ambon

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *