Andi Arief Rawat Jalan di RSKO Karena Narkoba

Andi Arief Rawat Jalan di RSKO Karena Narkoba

pintasberita – Saat Hari Raya Nyepi di Bali, Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemkominfo) telah menyarankan operator seluler untuk mematikan jaringan internet. Jaringan internet akan mati saat 24 jam, berjalan pada 7 Maret 2019 jam 06.00 WITA sampai 8 Maret 2019 jam 06.00 WITA.

Imbauan itu dikeluarkan menjadi tindak lanjut atas Seruan Bersama dengan Majelis-majelis Agama serta Keagamaan Propinsi Bali Tahun 2019, dalam rencana penerapan Hari Raya Nyepi yang berjalan 7 Maret 2019.

Direktorat Telekomunikasi Ditjen Penyelenggaraan Pos serta Informatika Kemkominfo keluarkan Surat Edaran Nomer 3 Tahun 2019 Mengenai Imbauan untuk Melakukan Seruan Bersama dengan Majelis Agama serta Keagamaan Propinsi Bali Tahun 2019.

Menilik terdapatnya internet mati saat 24 jam saat Nyepi, ada faedah detoksifikasi digital. Ahli tehnologi kesejahteraan Tchiki Davis mengutarakan, detoksifikas digital akan kurangi waktu Anda habiskan untuk mengecek hp atau menanggapi pemberitahuan yang muncul.

“Saya betul-betul yakin, tidak memakai hp (koneksi internet) ialah salah satunya perihal sangat berani yang bisa dikerjakan, baik untuk satu hari atau satu minggu. Tidak memakai barang elektronik bisa membuat koneksi (jalinan) dengan sama-sama lebih kuat,” jelas Davis, diambil dari Medical Bag, Kamis, 7 Maret 2019.

Tidur lebih pulas serta daya ingat semakin tajam

Pada 2015, pendiri Kovert Designs (saat ini bernama Vinaya), Kate Unsworth lakukan riset dengan kirim sekumpulan peserta, sekitar 35 entrepreneur (CEO serta influencer sosial media) dalam perjalanan ke Maroko. Riset pelajari dampak pemakaian elektronik, menurut satu artikel yang diedarkan daring Fast Company 2.

Dalam riset itu, ada lima pakar saraf yang menyamar untuk memerhatikan tingkah laku peserta. Mereka habiskan empat hari di padang pasir Maroko untuk sama-sama kenal dengan off line. Hp juga disimpan serta tidak dipakai saat empat hari.

Dampaknya cepat tampak. Pembicaraan yang umumnya selesai dengan sama-sama memandang hp beralih. Mereka sama-sama mengobrol asik. Saat malam hari, beberapa peserta dilaporkan, alami tidur yang lebih pulas. Perihal ini dapat dikarenakan minimnya sinar biru dari monitor elektronik.

Mereka pun lebih tajam mengingat suatu, postur badan lebih baik saat mereka bicara keduanya dibanding lihat monitor hp. Beberapa ilmuwan memerhatikan, penambahan kontak mata diantara anggota grup.

Baca Juga : Prabowo Mengatakan Kondisi Indonesia sedang Bocor Bahkan Berdarah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *